Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2020

Part 2 : Proses terbentuknya persepsi

Persepsi adalah terminologi yang berasal dari bahasa Latin perceptio atau percipio yang memiliki makna tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tetang lingkungan. Sementara itu, definisi persepsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai dalam dua pengertian. Pertama, persepsi adalah tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu. Kedua, persepsi adalah proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancainderanya. 

Persepsi terjadi ketika seseorang mendapatkan informasi melalui inderanya. Manusia umumnya dianugerahi lima macam indera, yaitu indera penglihatan (mata), indera pendengaran (telinga), indera peraba (kulit), indera penciuman (hidung), dan indera perasa (lidah). Masing-masing dari indera tersebut dapat memberikan informasi yang berbeda mengenai apa yang ada di lingkungan manusia. Hal ini akhirnya menimbulkan munculnya berbagai jenis persepsi yang dapat dibuat oleh manusia, berbagai macam persepsi tersebut diantaranya: 

1. Persepsi Visual
Persepsi visual dibuat oleh manusia melalui informasi yang diperoleh dari indera penglihatan, yakni mata. Penglihatan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengenali cahaya dan menafsirkannya. Mata merupakan indera yang paling awal berkembang pada bayi, karenanya manusia cenderung menggunakan mata untuk membuat persepsi dibandingkan dengan indera yang lain. 

2. Persepsi Auditori
Persepsi auditori didapatkan melalui indera pendengaran yaitu telinga. Pendengaran dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengenali suara. Meskipun suara ditangkap dengan telinga, namun proses “mendengarkan” juga melibatkan berbagai syaraf dan otak. Makhluk hidup di dunia ini memiliki kemampuan mendengarkan suara pada amplitudo dan frekuensi tertentu. Manusia merupakan makhluk yang hanya bisa mendengarkan suara pada kekuatan 20 Hz sampai 20.000 Hz saja. Sementara spesies lain mungkin dapat mendengarakan suara pada range di bawah atau di atas frekuensi tersebut. 

3. Persepsi Perabaan
Persepsi perabaan didapatkan melalui indera taktil yaitu kulit. Kulit merupakan bagian tubuh yang berada paling luar. Selain sebagai pelindung bagi organ-organ yang ada di dalam tubuh, kulit juga dilengkapi dengan bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan. 

4. Persepsi Penciuman
Persepsi penciuman didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung. Penciuman dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengkap dan merasakan bau. Penciuman merupakan sebuah bentuk kemosensor, artinya zat kimia lah yang bertanggung jawab dalam proses penciumanan. Zat kimia mengaktifkan sistem olfaktori (penciuman) dalam konsentrasi kecil yang sering kita sebut dengan istilah bau. 

5. Persepsi Pengecapan
Persepsi pengecapan didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah. Pengegecapan merujuk pada kemampuan mendeteksi rasa suatu zat seperti makanan atau racun. Indera pengecapan terkait pada persepsi otak terhadap rasa. Pengecapan merupakan suatu bentuk kemoreseptor yang dapat merasakan empat sensasi pengecapan klasik, yakni manis, asin, masam, dan pahit. Namun belakangan ini ahli-ahli psikofisik dan neurosains mengusulkan untuk menambah kategori lain, yakni rasa gurih (umami) dan asam lemak.      

Proses pembentukan persepsi dapat dihasilkan melalui tiga langkah. Meskipun begitu, tiga langkah ini tidak saling terpisah, namun bersifat continue, bercampur baur, dan bertumpang tindih satu sama lain. Ketiga langkah tersebut adalah: 

1. Terjadinya stimulasi alat indera (sensory stimulation)      
Pada tahap pertama, alat-alat indera kita distimulasi oleh rangsangan dari luar. Rangsangan dapat diterima oleh kelima alat indera kita secara bersamaan, mulai dari suara musik yang kita dengar, pemandangan alam yang kita lihat, rasa manis dari kue yang kita makan, aroma parfum orang yang kita cium, hingga keringat yang mengucur ketika cuaca panas. 

2. Pengaturan stimulasi terhadap alat indera                Di tahap kedua, rangsangan-rangsangan yang diterima oleh alat indera diatur. Meskipun kelima indera kita menerima stimulasi setiap detik, namun hanya hal-hal tertentu yang membuat kita tertarik untuk membuat persepsi atas stimulasi tersebut. Pada tahap inilah syaraf dan otak kita melakukan pengaturan atas jutaan stimulasi yang dirasakan oleh indera kita tersebut. 

3. Penafsiran – Evaluasi stimulasi alat indera
Langkah ketiga merupakan proses subjektif yang melibatkan evaluasi di pihak penerima. Penafsiran dan evaluasi tidak semata-mata didasarkan pada rangsangan luar, namun juga dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal pembentuk persepsi. 

Part 1 : Apakah yang dimaksud dengan persepsi?

Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu Faktor Internal dan 1. Faktor Eksternal.
Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain : 

Fisiologis. 
Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda. 

Perhatian. 
Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.

Minat. 
Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.

Kebutuhan yang searah. 
Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.

Pengalaman dan ingatan. 
Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.

Suasana hati. 
Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.

2. Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :

Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. 
Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.

Warna dari obyek-obyek.
Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.

Keunikan dan kekontrasan stimulus. 
Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.

Intensitas dan kekuatan dari stimulus. 
Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.

Motion atau gerakan. 
Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.

Rabu, 29 April 2020

Apakah IQ, EQ, dan SQ itu?

Setiap orang memiliki 3 macam kecerdasan di dalam dirinya untuk menjalani hidup ini, hanya jarang ditemukan orang2 yang mungkin bisa menonjol di semua kecerdasan.

Biasanya yang mungkin bisa menonjol hanya 2 atau 1 kecerdasan saja. Entah itu hanya IQ, tanpa EQ dan SQ, hanya SQ dan EQ saja tanpa IQ, atau hanya IQ dan EQ tanpa adanya SQ.

Dalam menjalani hidup kita butuhkan ketiga kecerdasan itu untuk bisa dominan, dan seimbang, karena ketiga kecerdasan itu sangat penting, agar bisa menempatkan diri dan keadaan kapan harus mengunakan IQ, EQ dan SQ

Kecerdasan Intelektual atau Intelligence Quotient (IQ)

IQ merupakan adalah kemampuan individu dalam berpikir, mengolah, memahami gagasan, daya tangkap, dan bertindak terarah secara maksimal. IQ dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh seseorang. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ adalah usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis. 

Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. 

Menurut Howard Gardner, seorang psikolog terkemuka dari Universitas Harvard, kecerdasan manusia dibagi dalam delapan kategori, yakni:
Kecerdasan linguistik (verbal-linguistic).
Kecerdasan matematik atau logika (logical-mathematical).
Kecerdasan spasial (visual-spatial).
Kecerdasan kinetik dan jasmani (bodily-kinesthetic).
Kecerdasan musikal (music-rhythmic and harmonic).
Kecerdasan interpersonal (interpersonal).
Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal).
Kecerdasan naturalis (naturalistic).

Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ)

EQ atau kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manfaat memiliki kecerdasan emosional dua kali lebih penting daripada kecerdasan intelektual terhadap kesuksesan seseorang.

Menurut Howard Gardner (1983) ada beberapa pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni:
Mampu mengenali, menyadari dan mengelola emosi diri sendiri. 
Memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain.
Mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional.
Mampu menggunakan emosi diri dan lingkungan sekitarnya sebagai alat untuk memotivasi diri.
 
Seseorang dengan kecerdasan emosional yang baik akan menjadi pribadi menyenangkan dan kehadirannya lebih didambakan orang lain. Hal ini di karenankan kecerdasan emosional akan membuat seseorang punya rasa empati, cinta, motivasi, serta mampu menempatkan diri kapan harus sedih atau bahagia.

Kecerdasan Spiritual atau Spiritual Quotient (SQ)

Kecerdasan spiritual atau SQ adalah kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan diri secara utuh melalui penerapan nilai-nilai positif, kemampuan SQ akan membantu seseorang untuk mengatasi persoalan dan berdamai dengan persoalannya itu.

Ciri utama dari kecerdasan spiritual ini dapat dilihat dari kesadaran individu untuk menggunakan pengalamannya sebagai bentuk penerapan nilai dan makna.

Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Mereka dengan SQ yang baik juga memiliki tingkat kesadaran tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mengambil pelajaran berharga dari suatu kegagalan.

Kemudian, mereka mampu mewujudkan hidup seimbang sesuai visi-misi diri, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, hingga mengerti akan makna hidup yang sebenarnya.

....Dari berbagai sumber....

Selasa, 26 November 2019

Gangguan Kepribadian Psikopat

Sebelum melanjutkan jenjang S2 psikologi, aku sempat berencana untuk mengambil lanjutan kuliah jurusan Kriminolog, aku ingin mengetahui kenapa seseorang bisa menyakiti, membenci, dendam, iri, dll, apa yang membuat mereka bisa memunculkan perilaku tersebut,  sehingga tega untuk menghilangkan nyawa dan menyakiti  seseorang, aku ingin tahu perasaan dan pola pikir mereka, aku ingin tahu apa kah masih ada kebaikan di dalam diri mereka, waluapun mereka di lebel psikopat, pembunuh, pemerkosa, dan label² lainnya.

Satu hal yang pasti ketika seseorang memunculkan perilaku negatif ke arah agresi ada dua kemungkinan, pertama mereka punya luka batin, ini yang menimbulkan kebencian, dendam, dll atau mereka melakukan itu semua karena mekanisme pertahanan diri terhadap perubahan di dalam diri dan lingkungan.

Mungkin salah satunya adalah kasus pembunuhan serial dengan inisial "zodiac", tidak di ketahui siapa pelaku, dan motifnya, dan bahkan bermain teka teki dengan mengirimkan surat berisi simbol² kryptogram... 

Walaupun zodiac kasusnya tidak melegenda seperti jack the ripper,  karena Jack membunuh dengan sadis , menggambil organ dan memutilasi korbannya, sedang Zodiac membunuh hanya melukai korban dengan senjata, tapi persamaan keduanya adalah sama² tidak diketahui sampai sekarang siapa pelaku sebenarnya.....

Dalam kasus pembunuhan yang dilakukan Zodiac, setelah melakukan aksinya , zodiac selalu mengirimkan surat tulisan kryptogram, yang setelah di pecahkan bahwa dia mengakui  dialah pelaku dari semua pembunuhan itu....

Dari tahun 1969-1970, diketahui zodiac telah membunuh sebanyak 5 orang, dan mungkin masih banyak korban lainnya yang tidak terindentifikasi...

Salah satu surat yang berisi 450 simbol Kryptogram yang terpecahkan teltulis :

I LIKE KILLING PEOPLE BECAUSE IT IS SO MUCH FUN IT IS MORE FUN THAN KILLING WILD GAME IN THE FORREST BECAUSE MAN IS THE MOST DANGEROUE ANAMAL OF ALL TO KILL SOMETHING GIVES ME THE MOST THRILLING EXPERENCE IT IS EVEN BETTER THAN GETTING YOUR ROCKS OFF WITH A GIRL THE BEST PART OF IT IS THAE WHEN I DIE I WILL BE REBORN IN PARADICE AND THEI HAVE KILLED WILL BECOME MY SLAVES I WILL NOT GIVE YOU MY NAME BECAUSE YOU WILL TRY TO SLOI DOWN OR ATOP MY COLLECTIOG OF SLAVES FOR MY AFTERLIFE EBEORIETEMETHHPITI.

Dapat di katakan bahwa zodiac mengaku dia menyukai perilakunya dan menikmatinya, dari hal tersebut terlihat bahwa rata² pelaku pembunuhan serial, adalah orang² yang mengalami gangguan kepribadian psikopat, termasuk zodiac dan Jack. 


Psikopat sendiri dapat diartikan secara sederhana  yang bersumber dari Society for the Scientific Study of Psychopathy adalah Sbb:

Sebuah konstelasi sifat yang terdiri dari fitur afektif, fitur interpersonal, serta perilaku impulsif dan antisosial. 

Fitur afektif termasuk kurangnya rasa bersalah, empati, dan ikatan emosional yang mendalam dengan orang lain; fitur interpersonal termasuk narsisme dan pesona dangkal; dan impulsif dan perilaku antisosial termasuk ketidakjujuran, memanipulasi, dan pengambilan risiko yang ceroboh. 

Meskipun psikopat merupakan faktor risiko untuk agresi fisik, itu tidak berarti sama dengan itu. Berbeda dengan individu dengan gangguan psikotik, kebanyakan psikopat berhubungan dengan kenyataan dan tampaknya rasional...

Tidak ada yang tahu persis apa yang menyebabkan psikopat tetapi dapat menjadi kemungkinan berasal dari kombinasi faktor genetika, lingkungan dan interpersonal. Sebagai contoh, anak-anak psikopat lebih cenderung menjadi psikopat sendiri, menunjukkan pengaruh genetik.

 Selain itu, beberapa pengalaman awal kehidupan telah terbukti meningkatkan risiko menjadi seorang psikopat. Pola asuh yang buruk, pola asuh yang berfokus pada hukuman (bukan hadiah) dan pola asuh yang tidak konsisten tampaknya membantu menyebabkan sifat psikopat.

Faktor risiko tambahan untuk psikopati meliputi: Penyalahgunaan zat oleh orang tua, Perpisahan dari orang tua atau kurangnya keterlibatan orang tua, Kekerasan fisik atau kelalaian anak...

Tanda-tanda dan gejala-gejala psikopat menurut "scientific studies by Hare’s 20-item Psychopathy Checklist-Revised” sbb:

Pesona dan kebahagiaan yang dangkal, Rasa harga diri meningkat, Kebutuhan konstan untuk stimulasi, Berbohong secara patologis, Menipu orang lain; menjadi manipulatif, Kurangnya penyesalan atau rasa bersalah, Emosi dangkal, Sifat berkulit tebal; kurangnya empati,.Menggunakan orang lain (gaya hidup parasit), Kontrol perilaku yang buruk, Perilaku seksual bebas, Masalah perilaku di awal kehidupan,.Kurang realistis, tujuan jangka panjang, Menjadi impulsif, Tidak bertanggung jawab, Menyalahkan orang lain dan menolak untuk menerima tanggung jawab, Memiliki beberapa hubungan perkawinan, Kenakalan saat muda, Pencabutan pembebasan bersyarat, Tindak pidana di beberapa bidang (fleksibilitas kriminal...

Sekitar 1 - 2% populasi pria dan 0,3 - 0,7% populasi wanita di dunia diperkirakan adalah psikopat sejati. Dan kemungkinan setiap orang memiliki bibit untuk menjadi psikopat, tapi kembali lagi pada pengendalian diri, yang terikat dengan nilai², aturan bermasyarakat dan beragama, tergantung dari coping mekanismenya....

Sampai saat ini masih menjadi pro dan kontra apa kah psikoat dapat di sembuhkan atau tidaknya. Salah satu hal yang membuat mereka tidak bisa di sembuhkan adalah karena kenyamanan akan situasi dan kondisi mereka sebagai psikopat itu sendiri....

Yogyakarta 26 November 2019

Pola Pikir ketika putus asa


Kenapa seseorang ingin mengakhiri hidupnya, dari hal ini aku bisa pahami apa yang terjadi, karena aku pernah berada di posisi itu....

Ketika kita memutusakan untuk melakukan mengakhiri hidup kita harus pahami bahwa kita tidak akan bisa kembali lagi dari keadaan itu...

Tapi renungannya adalah apakah setelah kita mengakhiri hidup kita akan masuk surga atau masuk neraka, atau di anatara 2 alam, baik di dunia atau di alam baka....

Dari agama yang aku percaya, mengakhiri hidup atau bunuh diri adalah jalan tol untuk masuk dalam neraka, karena kita tidak menghargai anugerah keselamatan dan hidup yang telah diberikan kepada kita, dan ini adalah dosa yang paling besar...

Merasa sedih dan putus asa, seakan segala sesuatu tidak ada jalan keluarnya, semua orang seperti tidak peduli dan tidak mengerti apa yang kita rasakan....

Kesalahanya adalah kita selalu merasa kita yang paling sulit, paling menderita dalam hidup ini, masalah yang datang silih berganti membuat kita lemah dan tidak sanggup melaluinya...

Kita lupa masalah yang ada mungkin saja tidak seberat dan sesulit yang kita bayangkan, kita lupa masih banyak orang yang lebih sulit dan menderita dari kita....

Tapi kembali lagi, bahwa beban yang di bawa tiap orang itu berbeda-beda, beban ku belum tentu bisa kamu tanggung, dan beban mu belum bisa aku tanggung...

Sehingga yang perlu kita pahami hanya, apakah kita mau terus dalam keadaan dan ujian hidup yang sama,  menyerah dalam hidup, atau kita merubah pola pikir dan hati kita sehingga merubah juga keadaan hidup kita...

Masalah dan cobaan hidup hanya rekontruksi dari pola pikir kita,  dan luka batin yang tersimpan di dalam hati kita,  kita sendiri yang membuat semuanya menjadi ruwet dan sulit, kita sendiri yang mempersulit diri kita....

Kenyataanya adalah bila kita sadar bahwa setiap masalah dan cobaan yang ada hanya pelajaran hidup untuk kita dewasa dan bijakasana, maka kita akan selalu melihat kebaikan di dalam keburukan, berkat di setiap persolan dan cobaan...

Kembali lagi semua adalah pilihan hidup kita sendiri ingin menyerah atau tetap berjuang dalam menjalani hidup ini.....

Jangan pernah berharap pada manusia, karena pasti kamu akan kecewa, berharap sama Tuhan tapi mintalah yang terbaik untuk terjadi di hidup kita....

Bersyukur dan berserah ikuti apa arus yang harus di jalani dan di lewati, di ujungnya nanti kita akan tahu apa tujuan dari semuanya itu, dan apa Rancangan Tuhan untuk hidup kita..

Yogyakarta 24 November 2019

Minggu, 20 Oktober 2019

Indigo dilihat dari kacamata Psikologi

Indigo merupakan representasi dari cakra mata ketiga, yaitu pusat energi aktivitas psikis yang terbuka dan aktif. Indigo dipercaya memiliki warna aura nila, ungu, atau biru. Warna itu corak aura, dan bukan merupakan karakteristik psikologi. 

Pemeriksaan indigo, dapat melalui foto aura, pemeriksaan sidik jari, EEG, ataupun DNA. Istilah indigo baru ditemukan pada tahun 80-an, hingga saat ini belum banyak penelitian yang menerangkan indigo secara ilmiah. Masih disebut pseudo science, konsepnya belum diterima secara umum.

Anak indigo memiliki beberapa karakteristik, salah satunya adalah memiliki rasa keistimewaan dan sangat kreatif. Mereka juga memiliki kemauan yang kuat, mengandalkan intuisi, dan memiliki ingatan yang luar biasa. Rasa bosan dan tidak suka pada rutinitas ini terkadang membuat mereka frustasi. Mereka jadi dianggap tidak disiplin dan merusak sistem yang sudah ada sebelumnya.

Dilihat dari kacamata psikologi, indigo adalah kondisi psikologis unik yang perlu dipahami bahwa kemampuan ini memiliki mekanisme yang sama dengan bakat. Orang indigo memiliki kemampuan lebih dalam mempersepsi hal-hal yang ada di sekitarnya, atau yang disebut Extra Sensory Perception (ESP). Hal tersebut yang membuat orang indigo seolah-olah dapat meramal dan melihat masa depan. Misalnya, ketika seorang indigo mengatakan bahwa hujan akan turun. Itu karena ia memiliki kepekaan tinggi terhadap kelembapan udara, tiupan angin, dll.

Lebih lanjut, bahwa ESP mengacu pada kemampuan mengirim dan menerima info tanpa menggunakan panca indera. Hal tersebut lebih dikenal dengan istilah indera keenam. Seperti membaca pikiran atau perasaan, pada dasarnya menangkap gelombang. Semua orang punya kemampuan itu, hanya ada yang diasah, ada yang tidak.

Selain ESP, indigo memiliki beberapa kemampuan lain yang mungkin dimiliki. Beberapa indigo bisa mempengaruhi manusia atau memindahkan objek dengan pikirannya. Namanya psikokinesis, ini mungkin seperti gelombang electromagnet yang tidak disadari.

Kemampuan perseptual anak indigo memungkinkan mereka lebih peka terhadap makhluk yang tidak tertangkap oleh mata biasa. Beberapa indigo juga memiliki pengalaman yang berhubungan dengan kematian, seperti keluar dari tubuh, pengalaman reinkarnasi, dll. Kemampuan ini yang membuat lingkungan tidak mampu memahami indigo dan membuat mereka kesulitan dalam adaptasi. 

Biasanya, untuk menangani kasus tersebut, Psikolog akan melihat dinamika emosi anak indigo yang naik turun. Kemudian akan mencoba untuk memahamkan anak dan orang tuanya bahwa tidak semua orang bisa mengerti keadaan orang indigo. Solusinya ajari mereka untuk regulasi diri, lalu buat mereka belajar untuk mampu mengkomunikasikan kemampuannya kepada orang lain.

Meski demikian, tidak semua indigo identik dengan pembuat onar. Sebagian indigo, diberi kemampuan untuk bisa mengetahui bagian tubuh manusia yang sedang sakit. Jadinya mereka bisa bantu untuk menyembuhkan orang. Kemampuan lain yang dimiliki indigo antara lain adalah mampu mempelajari sesuatu dengan cepat. Sehingga membuat indigo memiliki ketertarikan yang banyak dan bisa menguasainya dengan mudah. 

Di sisi lain, kelebihan-kelebihan yang dimiliki indigo sempat mengganggu kehidupan mereka. Diejek atau disindir, dianggap aneh, berpikir terlalu maju, dijauhi bahkan dimusuhi. Konteksnya masih dianggap musrik, atau dukun.  Hal ini di karenakan masih banyak orang yang belum paham atau mengerti tentang Indigo.

Kamis, 26 September 2019

Mengenal perbedaan Skizofrenia dengan Indigo

Dalam ilmu psikologi kita mengenal banyak gangguan kejiwaan, salah satunya adalah Skizofrenia. Apa itu Skizofrenia? Skizofrenia merupakan gangguan penyimpangan berpikir, merasakan, berperilaku, dan berbicara. Skizofrenia membuat seseorang hilang kontak dengan realitas, karena mereka sulit untuk membedakan mana dunia nyata dan dunia khayalan. Hal ini dikarenakan gejalan Skizofrenia mencangkup pengalaman psikotik, seperti mendengar suara-suara tidak berwujud, halusinasi, atau delusi.

Penyebab Skizofrenia sendiri tidak bisa di ketahui dengan pasti, namun kombinasi genetik, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah, mungkin berperan atas terjadinya gangguan. Selain itu gangguan organik akibat penggunaan obat-obat terlarang juga dapat memicu Skizofrenia. Sehingga setiap orang beresiko untuk mengalami Skizofrenia.

Gejala Skizofrenia adalah : Delusi, Halusinasi, Tidak menunjukkan respon emosi saat berinteraksi, Menanggapi suatu hal tidak pada tempatnya, emosi tidak stabli, tiba-tiba tertawa atau menagis, Disorganisasi pembicaraan, seperti topik pembicaraan yang tiba-tiba lompat dan tidak logis dalam berbicara.

Skizofrenia ada 9 macam yang dilihat dari gejalanya meluputi :Shizoaffective Disorder, Katatonik, Disorganized Skizofrenia atau Hebephrenia,, Childhood Onset, Paranoid, Undifferentiated Schizophrenia, Schizophrenia Residual, Simple Schizophrenia, dan Schizophreniform Disorder.

Penderita Skizofrenia mungkin bisa sembuh tetapi tidak dapat pulih 100 persen, dengan bantuan obat-obatan, kekambuhan dapat dicegah. Penaganan Skizofrenia adalah dengan Electroncunvulsive Theraphy (ECT), obat-obatan antipsikotik, serta terapi individual, kelompok, dan keluarga.

Pentingnya dukungan dan kasih sayang dari keluarga atau orang terdekat, serta tetap memngkonsumsi obat sesuai dengan dosisnya, penderita skizofrenia dapat hidup dengan normal.

Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda dan kepercayaan yang berbeda-beda pula, mengenai indigo, ada yang mengaikan hal ini dengan bakat, anugrah, kelebihan yang bersifat spritual. Tetapi ada sebagian orang yang mengganggp indigo adalah gangguan kejiwaan.

Tentu saja pandangan orang tersebut tidaklah salah, hal ini dikarenakan indigo mungkin saja memiliki gejala yang mirip dengan gangguan kejiwaan salah satunya adalah skizofrenia, kepekaan yang tinggi membuat indigo bisa melihat, mendengar, dan berkomunikasi dengan makhluk astral. Orang lain akan mengganggap indigo berhalusinasi, delusi, dan mungkin emosi yang tidak stabil.

Indigo dapat berinteraksi dengan makhluk astral, sedang orang di luar indigo tidak bisa melakukannya. Orang di luar indigo akan menganggap indigo memiliki gangguan kejiwaan skizofrenia. Padahal ada parameternya yaitu apakah masih berkontak dengan realita atau tidaknya, bila menarik diri dari lingkungan dan berimajinasi yang jauh dari realita. Perlu diwaspadai jika begitu karena ada kemungkinan memiliki gangguan kejiwaan skizofrenia. Sehingga jangan langsung menilai bahwa orang itu memiliki gangguan kejiwaan skizofrenia sebelum melihat paremeternya, bisa jadi mereka adalah indigo.


Rabu, 15 Juli 2015

Apakah kalian tahu perbedaan Psikolog dan Psikiater?

Mungkin kebanyakan dari kalian menganggap bahwa kedua profesi tersebut sama. Namun pada kenyataannya mereka berdua memiliki pekerjaan yang berbeda.

Mereka berdua memang sama-sama mempelajari tentang ilmu kejiwaan, namun mereka memiliki perbedaan. Perbedaan singkatnya yang biasa dikatakan oleh orang - orang adalah bahwa psikolog menangani pasien tanpa obat sedangkan Psikiater boleh memberikan obat kepada pasienya.

Untuk penjelasan lebih lanjut mari kita simak yang satu ini ^^
• Psikolog adalah sarjana psikologi yang mengikuti program profesi sebagai psikolog. Sedangkan Psikiater adalah sarjana kedokteran spesialis yang mengikuti program profesi sebagai spesialis kedokteran jiwa.
• Seorang Psikolog bergelar "M.Psi" . Sedangkan Psikiater bergelar "dr." didepan nama, dan "Sp.,Kj" dibelakang namanya.
• Psikiater diperbolehkan memberikan obat - obat-an kepada pasiennya, karena seorang psikiater yang memiliki latar belakang kedokteran mengetahui takaran - takaran yang sesuai untuk pasiennya. Sedangkan psikolog tidak diperbolehkan memberikan obat dan psikolog membantu masalah pasien lebih kepada aspek sosialnya, seperti memberikan psikoterap). Selain itu seorang psikolog juga diperbolehkan menggunakan alat tes (misalnya mengungkap bakat minat seseorng).

Walaupun terdapat perbedaan diantara kedua profesi ini, namun mereka dapat saling bekerja sama. Misalnya, ketika seorang psikolog mendapatkan klien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka klien tersebut dapat ditangani oleh psikiater dan begitu pula sebaliknya,  tergantung pada kasus yang dihadapi oleh klien.

Psikolog dan psikiater biasanya menangani kasus seputar masalah masalah remaja, trauma, anak-anak, maupun orang dewasa yang mengalami kelainan mental dan masalah-masalah lainnya.

Jadi sudah tau kan bedanya psikolog dan psikiater? 
Semoga info ini dapat bermanfaat bagi kalian smua dan jangan lupa untuk share post ini, tinggal pencet tombol share^^ karena masih banyak yang tidak tahu. Terima kasih ^^
Sekian :)