Dalam ilmu psikologi kita mengenal banyak gangguan kejiwaan, salah satunya adalah Skizofrenia. Apa itu Skizofrenia? Skizofrenia merupakan gangguan penyimpangan berpikir, merasakan, berperilaku, dan berbicara. Skizofrenia membuat seseorang hilang kontak dengan realitas, karena mereka sulit untuk membedakan mana dunia nyata dan dunia khayalan. Hal ini dikarenakan gejalan Skizofrenia mencangkup pengalaman psikotik, seperti mendengar suara-suara tidak berwujud, halusinasi, atau delusi.
Penyebab Skizofrenia sendiri tidak bisa di ketahui dengan pasti, namun kombinasi genetik, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah, mungkin berperan atas terjadinya gangguan. Selain itu gangguan organik akibat penggunaan obat-obat terlarang juga dapat memicu Skizofrenia. Sehingga setiap orang beresiko untuk mengalami Skizofrenia.
Gejala Skizofrenia adalah : Delusi, Halusinasi, Tidak menunjukkan respon emosi saat berinteraksi, Menanggapi suatu hal tidak pada tempatnya, emosi tidak stabli, tiba-tiba tertawa atau menagis, Disorganisasi pembicaraan, seperti topik pembicaraan yang tiba-tiba lompat dan tidak logis dalam berbicara.
Skizofrenia ada 9 macam yang dilihat dari gejalanya meluputi :Shizoaffective Disorder, Katatonik, Disorganized Skizofrenia atau Hebephrenia,, Childhood Onset, Paranoid, Undifferentiated Schizophrenia, Schizophrenia Residual, Simple Schizophrenia, dan Schizophreniform Disorder.
Penderita Skizofrenia mungkin bisa sembuh tetapi tidak dapat pulih 100 persen, dengan bantuan obat-obatan, kekambuhan dapat dicegah. Penaganan Skizofrenia adalah dengan Electroncunvulsive Theraphy (ECT), obat-obatan antipsikotik, serta terapi individual, kelompok, dan keluarga.
Pentingnya dukungan dan kasih sayang dari keluarga atau orang terdekat, serta tetap memngkonsumsi obat sesuai dengan dosisnya, penderita skizofrenia dapat hidup dengan normal.
Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda dan kepercayaan yang berbeda-beda pula, mengenai indigo, ada yang mengaikan hal ini dengan bakat, anugrah, kelebihan yang bersifat spritual. Tetapi ada sebagian orang yang mengganggp indigo adalah gangguan kejiwaan.
Tentu saja pandangan orang tersebut tidaklah salah, hal ini dikarenakan indigo mungkin saja memiliki gejala yang mirip dengan gangguan kejiwaan salah satunya adalah skizofrenia, kepekaan yang tinggi membuat indigo bisa melihat, mendengar, dan berkomunikasi dengan makhluk astral. Orang lain akan mengganggap indigo berhalusinasi, delusi, dan mungkin emosi yang tidak stabil.
Indigo dapat berinteraksi dengan makhluk astral, sedang orang di luar indigo tidak bisa melakukannya. Orang di luar indigo akan menganggap indigo memiliki gangguan kejiwaan skizofrenia. Padahal ada parameternya yaitu apakah masih berkontak dengan realita atau tidaknya, bila menarik diri dari lingkungan dan berimajinasi yang jauh dari realita. Perlu diwaspadai jika begitu karena ada kemungkinan memiliki gangguan kejiwaan skizofrenia. Sehingga jangan langsung menilai bahwa orang itu memiliki gangguan kejiwaan skizofrenia sebelum melihat paremeternya, bisa jadi mereka adalah indigo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar