Dalam perjalananku menuju Utara
sebuah kedai dalam buaian langit
di kanannya tanah lapang tempat anak laki-laki bermain
di kirinya taman bunga di mana anak-anak prempuan merangkai makota bunga
atapnya rendah dan berwarna terang
pintunya berwarna merah muda dan berdinding merah bata
jendelanya lebar dari sana terlihat semua yang dijual di etalase
Aku berhenti, aku tahu aku harus berhenti dan masuk ke toko aneh itu
"KUE CINTA", baca ku
"Menjual segala jenis cinta dengan harga terjangkau, SALE - DISCOUNT sepanjang abad"
pelayannya bernama HEART and FEEL
sapaanya ramah dan hangat
"Datang, lihat, dan coba!", aku pun masuk ke dalam toko kue cinta
Toples-toples dan bermacam-macam isinya
"Boleh aku mencoba?" tanya ku
"Tunjuklah!" kata Heart
memilih...
memilih...
dan,
"Apa itu? toples yang penuh kue-kue retak"
"Pahit!" keluhku
"Itu patah hati, kue yang retak di tengah karena tidak sempurna saat membuat" kata Feel
"Ia retak karena lalai, kurang perhatian, atau bahkan di sengaja", sambung Heart
"Ini?, toples yang penuh kue warna-warni penuh taburan gula di atasnya?"
"Yeakh! apa ini? tidak enak!" keluh ku
"Itu cinta yang munafik, manis diluar tapi isinya getir dan tidak enak", jelas Feel
"Orang-orang selalu kecewa bila berakhir dengan cinta seperti ini" sambung Heart
"Kalau itu? toples berisi kue-kue kecil yang imut?"
"Seperti permen karet " komentar ku, lalu membuangnya
"Memang, Itu adalah cinta monyet! manis pada awalnya, setelah masanya berlalu, semuanya percuma, dan sudah saatnya di buang karena tidak manis lagi. Namun setelah di buang, kenangan manisnya sering tidak hilang" kata Feel
"Dan, bagaimana dengan ini?" aku mencoba ke kue yang bentuk dan rasanya benar-benar aneh
"Apa itu? aku tidak pernah tahu ada kue yang rasanya seperti ini"
Feel tertawa, lalu menjelaskan "Itu namanya cinta pertama, sesuatu yang sama sekali baru, mungkin enak, mungkin tidak enak, tidak bisa di bilang enak atau tidak enak"
"Kalau kamu mencoba lagi, sudah tidak menjadi sesuatu yang sepesial" Heart membantu menjelaskan
"Ini, kue dalam mangkuk, harum dan masih hangat"
"Enak, seperti kayu manis" kata ku
"Kami memang memasukkan kayu manis" kata Heart
"Auw, kalian tidak menumbuk kayu manisnya dulu?"omel ku
"Ini adalah cinta persahabatan, memang manis, harum, enak, dan hangat. Namun kamu harus hati-hati dengan kayu manisnya. Akan melukaimu" jelas Feel
"Bila di tumbuk, rasanya akan berubah" Heart tersenyum
"Ini, kue ini sangat enak mengigatkan ku pada rumah" kata ku
"Itu cinta orang tua, bentuknya memang tidak sempurna, tapi rasanya benar-benar tiada duanya" kata Feel
"Benar-benar bahan pilihan, dan selalu yang terbaik, namun jarang ada yang mau karena bentuknya"
Heart menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kecewa
"Wah, apa lagi ini?, kue bulat-bulat kecil?"
"Ada yang kebanyakan gula, kebanyakan mentega, kurang telur, malah ada yang agak kosong" kata ku
"Itu cinta anak kepada orang tuanya" kata Feel
"Mereka selalu berusaha, tetapi masih aja ada yang kurang" Heart menambahkan
"Itu namanya cinta formalitas, cinta karena iba atau kasihan. yaaa...istilahnya lebih baik dari pada tidak sama sekali" kata Feel
"Iya, jadi rasanya begitu membosankan, makan lebih banyak akan membuat eneg sekali!" Heart mengangguk-angguk sendiri
"Benar!" sambung ku sambil membuang sisanya
"Oh....aww...kue ini membuat aku ketakutan, bentuknya tidak karuan. Ada yang bagus, dan ada yang jelek, Apa ini toples produk gagal?" kata ku
"Cobalah dulu" kata Feel
"Enak, walaupun ada asamnya, tapi karena asam itu manis maka terasa" kata ku memuji
"Apa ini namanya? tanya ku
Feel dan Heart berpandangan
"Wah...Apa ini namanya? aw! kok ada pedasnya? dan ada pahitnya pula? tapi...enak juga sich..." aku mengoceh terus
Aku mencoba kue lain dari toples yang sama
"Yeak...ini malah pahit semua....Eh...tapi isinya enak! kata ku lagi
"Apa ini toples produk yang berbeda?" tanya ku
"Tidak!" Feel menjawab
"Semuanya punya satu nama, ini namanya cinta sejati. Karya yang tidak boleh di buang seperti apapun rasanya, seperti apapun bentuknya, dan apapun bahannya" Heart menutup penjelasan
"Karya yang tiada duanya yang di buat dari bahan paling alami di jagad raya" kata Heart menutup penjelasan
"Itulah Cinta Sejati" Feel menambahkan
Dalam perjalanan ku menuju Utara
Hari makin gelap dan sudah mendekati akhir perjalanan
Akhirnya akupun merasakan semuanya
Tanpa penyesalan
Cinta pertama yang begitu mengherankan
Cinta munafik yang menjijikan
Cinta orang tua yang tulus
Cinta anak yang polos
Patah hati yang sungguh pahit
Cinta formalitas yang memualkan
Cinta sahabat yang kadang berduri
dan
Cinta sejati yang penuh warna, serta merupakan campuran semua rasa
Aku diam dalam kereta kuda ku
Feel dan Heart melambaikan tangan
"Selamat tinggal" kata mereka
Aku tahu bahwa perjalanan ku tidak sia-sia
Hari ini toko kue cinta masih ada di sana
di payungi awan biru cerah
dan anak laki-laki bermain bola di kanannya
sedangkan anak perempuan di kirinya sedang merangkai mahkota bunga
atap pendek cerah dan pintu merah mudanya menunggumu....

