Indigo merupakan representasi dari cakra mata ketiga, yaitu pusat energi aktivitas psikis yang terbuka dan aktif. Indigo dipercaya memiliki warna aura nila, ungu, atau biru. Warna itu corak aura, dan bukan merupakan karakteristik psikologi.
Pemeriksaan indigo, dapat melalui foto aura, pemeriksaan sidik jari, EEG, ataupun DNA. Istilah indigo baru ditemukan pada tahun 80-an, hingga saat ini belum banyak penelitian yang menerangkan indigo secara ilmiah. Masih disebut pseudo science, konsepnya belum diterima secara umum.
Anak indigo memiliki beberapa karakteristik, salah satunya adalah memiliki rasa keistimewaan dan sangat kreatif. Mereka juga memiliki kemauan yang kuat, mengandalkan intuisi, dan memiliki ingatan yang luar biasa. Rasa bosan dan tidak suka pada rutinitas ini terkadang membuat mereka frustasi. Mereka jadi dianggap tidak disiplin dan merusak sistem yang sudah ada sebelumnya.
Dilihat dari kacamata psikologi, indigo adalah kondisi psikologis unik yang perlu dipahami bahwa kemampuan ini memiliki mekanisme yang sama dengan bakat. Orang indigo memiliki kemampuan lebih dalam mempersepsi hal-hal yang ada di sekitarnya, atau yang disebut Extra Sensory Perception (ESP). Hal tersebut yang membuat orang indigo seolah-olah dapat meramal dan melihat masa depan. Misalnya, ketika seorang indigo mengatakan bahwa hujan akan turun. Itu karena ia memiliki kepekaan tinggi terhadap kelembapan udara, tiupan angin, dll.
Lebih lanjut, bahwa ESP mengacu pada kemampuan mengirim dan menerima info tanpa menggunakan panca indera. Hal tersebut lebih dikenal dengan istilah indera keenam. Seperti membaca pikiran atau perasaan, pada dasarnya menangkap gelombang. Semua orang punya kemampuan itu, hanya ada yang diasah, ada yang tidak.
Selain ESP, indigo memiliki beberapa kemampuan lain yang mungkin dimiliki. Beberapa indigo bisa mempengaruhi manusia atau memindahkan objek dengan pikirannya. Namanya psikokinesis, ini mungkin seperti gelombang electromagnet yang tidak disadari.
Kemampuan perseptual anak indigo memungkinkan mereka lebih peka terhadap makhluk yang tidak tertangkap oleh mata biasa. Beberapa indigo juga memiliki pengalaman yang berhubungan dengan kematian, seperti keluar dari tubuh, pengalaman reinkarnasi, dll. Kemampuan ini yang membuat lingkungan tidak mampu memahami indigo dan membuat mereka kesulitan dalam adaptasi.
Biasanya, untuk menangani kasus tersebut, Psikolog akan melihat dinamika emosi anak indigo yang naik turun. Kemudian akan mencoba untuk memahamkan anak dan orang tuanya bahwa tidak semua orang bisa mengerti keadaan orang indigo. Solusinya ajari mereka untuk regulasi diri, lalu buat mereka belajar untuk mampu mengkomunikasikan kemampuannya kepada orang lain.
Meski demikian, tidak semua indigo identik dengan pembuat onar. Sebagian indigo, diberi kemampuan untuk bisa mengetahui bagian tubuh manusia yang sedang sakit. Jadinya mereka bisa bantu untuk menyembuhkan orang. Kemampuan lain yang dimiliki indigo antara lain adalah mampu mempelajari sesuatu dengan cepat. Sehingga membuat indigo memiliki ketertarikan yang banyak dan bisa menguasainya dengan mudah.
Di sisi lain, kelebihan-kelebihan yang dimiliki indigo sempat mengganggu kehidupan mereka. Diejek atau disindir, dianggap aneh, berpikir terlalu maju, dijauhi bahkan dimusuhi. Konteksnya masih dianggap musrik, atau dukun. Hal ini di karenakan masih banyak orang yang belum paham atau mengerti tentang Indigo.