Minggu, 20 Oktober 2019

Indigo dilihat dari kacamata Psikologi

Indigo merupakan representasi dari cakra mata ketiga, yaitu pusat energi aktivitas psikis yang terbuka dan aktif. Indigo dipercaya memiliki warna aura nila, ungu, atau biru. Warna itu corak aura, dan bukan merupakan karakteristik psikologi. 

Pemeriksaan indigo, dapat melalui foto aura, pemeriksaan sidik jari, EEG, ataupun DNA. Istilah indigo baru ditemukan pada tahun 80-an, hingga saat ini belum banyak penelitian yang menerangkan indigo secara ilmiah. Masih disebut pseudo science, konsepnya belum diterima secara umum.

Anak indigo memiliki beberapa karakteristik, salah satunya adalah memiliki rasa keistimewaan dan sangat kreatif. Mereka juga memiliki kemauan yang kuat, mengandalkan intuisi, dan memiliki ingatan yang luar biasa. Rasa bosan dan tidak suka pada rutinitas ini terkadang membuat mereka frustasi. Mereka jadi dianggap tidak disiplin dan merusak sistem yang sudah ada sebelumnya.

Dilihat dari kacamata psikologi, indigo adalah kondisi psikologis unik yang perlu dipahami bahwa kemampuan ini memiliki mekanisme yang sama dengan bakat. Orang indigo memiliki kemampuan lebih dalam mempersepsi hal-hal yang ada di sekitarnya, atau yang disebut Extra Sensory Perception (ESP). Hal tersebut yang membuat orang indigo seolah-olah dapat meramal dan melihat masa depan. Misalnya, ketika seorang indigo mengatakan bahwa hujan akan turun. Itu karena ia memiliki kepekaan tinggi terhadap kelembapan udara, tiupan angin, dll.

Lebih lanjut, bahwa ESP mengacu pada kemampuan mengirim dan menerima info tanpa menggunakan panca indera. Hal tersebut lebih dikenal dengan istilah indera keenam. Seperti membaca pikiran atau perasaan, pada dasarnya menangkap gelombang. Semua orang punya kemampuan itu, hanya ada yang diasah, ada yang tidak.

Selain ESP, indigo memiliki beberapa kemampuan lain yang mungkin dimiliki. Beberapa indigo bisa mempengaruhi manusia atau memindahkan objek dengan pikirannya. Namanya psikokinesis, ini mungkin seperti gelombang electromagnet yang tidak disadari.

Kemampuan perseptual anak indigo memungkinkan mereka lebih peka terhadap makhluk yang tidak tertangkap oleh mata biasa. Beberapa indigo juga memiliki pengalaman yang berhubungan dengan kematian, seperti keluar dari tubuh, pengalaman reinkarnasi, dll. Kemampuan ini yang membuat lingkungan tidak mampu memahami indigo dan membuat mereka kesulitan dalam adaptasi. 

Biasanya, untuk menangani kasus tersebut, Psikolog akan melihat dinamika emosi anak indigo yang naik turun. Kemudian akan mencoba untuk memahamkan anak dan orang tuanya bahwa tidak semua orang bisa mengerti keadaan orang indigo. Solusinya ajari mereka untuk regulasi diri, lalu buat mereka belajar untuk mampu mengkomunikasikan kemampuannya kepada orang lain.

Meski demikian, tidak semua indigo identik dengan pembuat onar. Sebagian indigo, diberi kemampuan untuk bisa mengetahui bagian tubuh manusia yang sedang sakit. Jadinya mereka bisa bantu untuk menyembuhkan orang. Kemampuan lain yang dimiliki indigo antara lain adalah mampu mempelajari sesuatu dengan cepat. Sehingga membuat indigo memiliki ketertarikan yang banyak dan bisa menguasainya dengan mudah. 

Di sisi lain, kelebihan-kelebihan yang dimiliki indigo sempat mengganggu kehidupan mereka. Diejek atau disindir, dianggap aneh, berpikir terlalu maju, dijauhi bahkan dimusuhi. Konteksnya masih dianggap musrik, atau dukun.  Hal ini di karenakan masih banyak orang yang belum paham atau mengerti tentang Indigo.

Kamis, 10 Oktober 2019

Curhatan diriku

Pada awalnya aku tidak tahu apa pun tentang indigo atau pun spiritual. Dari kecil aku hanya tahu bahwa aku berbeda dengan orang lain, selalu merasa terasing dan tidak cocok untuk berada di dunia ini. Tidak suka dengan semua yang berhubungan dengan kesedihan,  kesakitan, kebohongan, peperangan, pembunuhan dll.

Sepertinya di sini bukalah rumah ku yang sebenarnya.

Terlahir dengan ambivert, dimana suka bila di keramaian, suka melihat dan menagamti perilaku orang lain, tetapi selalu merasa lelah ketika kembali ke rumah. Senang juga menyendiri di rumah , memikirkan tentang banyaknya pertanyaan dalam diri sendiri, tentang siapa aku sebenarnya, tentang galaksi² bintang², tentang Tuhan , dll yang tidak pernah di temukan jawabannya.

Berpikir yang telalu maju, serta memberikan seatment seperti tahu apa yang akan terjadi membuat teman² ku merasa aku adalah orang yang aneh dan unik, tidak banyak orang mau dan bisa bergaul bersama diriku.

Seiring bertambahnya usia dan pengetahuan, mengalami proses jatuh bangun, hidup dan mati berkali-kali,  akhirnya aku mendapat pencerahan, aku hanyalah seorang anak  yang mendapatkan anugrah untuk menjalankan misi jiwa ku di dunia. Perbedaan ku adalah aku jiwa tua yang telah berevolusi dalam renkarnasi kehidupan berkali-kali untuk mempelajari kehidupan dan memperoleh kebijaksanaan. Panggilan jiwaku, aku ditugaskan untuk membantu sesama mendapatkan pencerahan dan menuntunnya dalam kehidupan ini.

Bagiku kehidupan adalah proses belajar, wawancara, observasi, dan eksperimen untuk menemukan apa, siapa kita, apa peran kita di dunia ini.

Yogyakarta 10 Oktober 2019